Jangan Ucapkan 5 Kalimat Ini Saat Anak Melakukan Kesalahan, Nomor 2 Sangat Keterlaluan!

Blogyudi.com – Ada banyak tingkah laku anak-anak yang bisa membuat orangtua dan orang dewasa disekitarnya tertawa. Namun tidak jarang ada kelakuan anak-anak yang bisa membuat kesal. Saat anak melakukan kesalahan merupakan ujian untuk para orangtua bagaimana mengajarkan, menasehati anak agar tidak melakukan hal yang tidak semestinya.

Berikut ini kalimat yang harus dihindari diucapkan saat marah.

  1. “Kamu Nakal”

Umumnya orang tua akan melontarkan kata-kata “kamu nakal” saat menghadapi anak yang sedang marah. Kata naka di sini menunjukan bahwa orangtua tidak menyukai sesuatu yang dilakukan anak atau untuk tingkah laku anak yang dianggap tidak baik.

Sebaiknya kata-kata tersebut diganti dengan “kamu biasanya tenang, ada apa dengan sekarang”. Anda bisa menambahkan dengan menekankan hal-hal positif. Kalimat yang diawali kata-kata tersebut dapat membuat anak mendengarkan apa yang Anda katakan.

Baca juga : Tips Dahsyat Mengokohkan Kasih Sayang Dalam Keluarga

  1. “Ibu/Ayah Tidak Sayang”

Jangan pernah mengatakan kata-kata “ibu/ ayah tidak sayang” walaupun dengan alasan untuk menghentikan amarah anak, cobalah ganti dengan “ibu dan ayah sayang sama kamu, tapi ibu dan ayah marah kalau kamu melakukan ini”.

Anak akan belajar memahami bahwa orangtuanya sayang kepada dirinya dan marah atau kecewa dalam satu waktu jika ia melakukan hal-hal negatif. Biasanya anak yang merasa aman akan merespon positif pada saat orangtuanya mencoba memperingati, menasehati atau membuatnya disiplin.

  1. “Nanti Dibawa Polisi

Tidak sedikit orangtua yang mengucapkan kalimat untuk menakut-nakutinya, seperti “nanti ditangkap/dibawa polisi” dan lain sebagainya. Segera hentikan kebiasaan menakut-nakuti anak, karena lama-lama anak akan tahu bahwa ancaman itu adalah omong kosong.

Namun yang dikhawatirkan adalah dalam pikiran anak dirinya sama seperti penjahat atau dalam polisi adalah sosok yang menakutkan. Ganti kalimat ancaman tersebut dengan kalimat “kalau kamu masih melakukan hal ini, ibu/ayah tidak mengizinkan kamu nonton film kartun kesukaanmu”. Kalimat ini lebih nyata dan jelas.

Baca juga : Apa Itu Perkawinan Yang Menyehatkan

  1. Aneh! Kamu Tidak Seperti Saudaramu

Memiliki anak lebih dari satu menjadi tantangan para orangtua untuk berlaku adil dan bijak. Namun sayangnya tidak sedikit orangtua yang mencoba mendisiplinkan anak dengan cara membanding-bandingkan dengan saudaranya.

Hal ini akan berdampak psikis kepada anak, kepercayaan dirinya akan menurun atau bisa jadi bahkan menjadi tinggi hati. Sebaiknya katakan “kita bisa main lebih asik kalau kamu tidak melakukan hal ini”. Berikan alasan positif agar anak tidak melakukan hal yang tidak baik. Lambat laun anak akan menyadari bahwa tingkah lakunya yang tidak baik ternyata dapat mempengaruhi seisi rumah.

  1.  “Nanti Ibu Bilangin Ke Ayah”

Para ibu yang sedang kesal tidak sedikit yang berkata “nanti ibu bilangin ke ayah”. Dalam situasi tertentu, kadang ibu harus menunggu anak untuk mendisiplinkan. Tapi ada situasi yang harus tegas, gantilah dengan kalimat “handphonenya ibu simpan, sekarang kerjakan PR-nya”. Peringatan dan tindakan harus segera dilaksanakan agar anak memahami hubungan perilakunya dengan respon yang Anda berikan.

Yang tidak kalah penting buatlah hukuman yang masuk akal, adil, instan serta  tidak menyakiti fisik maupun psikisnya.

Baca juga : Subhanallah, Inilah Manfaat Tidur Miring ke Kanan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.