TIPS DAHSYAT MENGOKOHKAN KASIH SAYANG DALAM KELUARGA

Hidup bahagia bersama keluarga menjadi idaman setiap insan, bahkan itu menjadi tujuan berkeluarga yaitu terciptanya nuansa kasih sayang antar anggota keluarga. Suami menyayangi istrinya, orang tua menyayangi anak-anaknya, anak-anak menyayangi orangtuanya.

Kasih sayang yang diberikan kepada orangtua kepada anak-anaknya akan menghantarkan kebaikan kepada anak-anaknya. Wujud kasih sayang menjadi menyemangat dalam dirinya untuk mencapai hasil maksimal dalam kehidupannya. Keberadaan orang tua yg mendukungnya menghantarkan kepada kepribadian yang matang dan penuh dedikasi. Sebaliknya keluarga yang kering dari kasih sayang, baik karena faktor bercerainya orang tua, atau seringnya terjadi pertengkaran antara suami dan istri akan memicu lemahnya psikologis anak yg berdampak negatif bagi kematangan jiwa anak. Sehingga tidak jarang banyak anak-anak yang masuk dalam lembah hitam, pergaulan bebas, narkoba dan tindak kriminal. Semuanya berawal dari hilangnya rasa kasih sayang orangtuanya.

Kondisi ini tentunya tidak diinginkan oleh orangtua manapun dong..biasanya kesibukan orangtuanya menjadikan kasih sayang menjadi barang yang langka dalam keluarga. Jangan berfikir bahwa dengan mencukupi materi untuk anak-anak merupakan wujud bagian dari kasih sayang… banyak orangtua yang telah membelikan HP canggih untuk anaknya merasa cukup memberikan kasih sayang tanpa memberikan bimbingan dan meluangkan waktu untuknya. Akibatnya Hp tersebut disalah gunakan untuk mengakses situs-situs porno yang menyesatkan. Apakah ini yang diharapkan orangtua dengan kasih sayang materinya???

Lantas, kasih sayang seperti apa yang dibutuhkan anak dari orangtuanya?? Tentunya materi juga bisa menjadi sarana kasih sayang kepada anak, tetapi bukan tujuan utama. Yang paling dibutuhkan anak dari orangtuanya adalah waktu dan perhatian kepada anak-anaknya. Ketika keduanya ada, maka tidak hanya anak yang merasa bahagia tetapi juga orangtua merasakan kebahagiaan.

Bagi sepasang suami istri, apalagi yang dapat memberikan kebahagiaan selain memeluk anak-anak dan membaluti meraka dengan kasih sayang dimana anak-anak mulai tumbuh besar, tingkah laku dan karakter muncul satu demi satu mengikuti tahap umur.

Ungkapan kasih sayang orangtua dengan perkataan sayang, waktu yang berkualitas bersama mereka, pemberian hadiah, menyediakan keperluan mereka dan sentuhan fisikal, semuanya menjadi sarana mengokohkan kasih sayang kepada anak.

Rasulullah Saw telah memberikan teladan bagaimana memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Ditengah kesibukannya memimpin umat, beliau masih meluangkan waktu bercengkrama bersama keluarganya. Suatu ketika Rasulullah Saw di datangi orang Arab dusun sambil berkata : engkau mencium anak-anak sedangkan kami tidak pernah melakukannya, lalu beliau menjawab, “Apa dayaku ketika Allah Swt telah mencabut kasih sayang dari hatimu”. Rasulullah Saw pun tidak sungkan untuk bermain kuda-kudaan bersama cucunya, Hasan dan Husain. Dimana Rasulullah Saw merangkak di atas tanah dan mereka naik ke punggung Rasulullah Saw, lalu Umar bin Khatab datang seraya berkata “Hai anak-anak alangkah mulia tungganganmu, Rasul pun menjawab : “Alangkah indah para penunggangnya”.

Kasih sayang Rasulullah Saw juga terlihat saat shalatnya, beliau memendekkan bacaan shalatnya disaat mendengar anak nangis. Beliau juga bersujud sangat lama lantaran menunggu anak yg sedang naik ke punggungnya, sampai-sampai para sahabat mengira bahwa Rasul sedang menerima wahyu.

Seringkali Rasulullah Saw melucu saat berjumpa dengan anak-anak, duduk dihadapannya, memberikan pengertian dan mendoakannya.  Rasulullah Saw bersabda “ Cintailah anak-anak, dan sayangilah mereka. Jika menjanjikan sesuatu maka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberikan rizki”. ( HR. At-Thahawi).

Demikian agung akhlak beliau, mengajarkan kepada kita selaku orangtua cara memberikan kasih sayang kepada anak. Sehingga mereka akan memiliki ketaatan dan senantiasa berbuat baik kepada orangtuanya.

Kalaulah Rasulullah mampu memberikan kasih sayang terhadap anak-anak ditengah kesibukannya yang luar biasa, tentulah kita dapat meniru dan meneladani beliau.

Orangtua yang penyayang akan memiliki kasih sayang dan akan mampu memberikan kasih sayangnya, menjadikan keluarganya dipenuhi dengan kasih sayang dan rumahnya menjadi tempat yang paling nyaman untuk dihuni. Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita semua untuk dapat memberikan kasih sayang yang hakiki kepada anak-anak kita..amien

Semoga bermanfaat….

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.